Pernah gak sih kalian nyesel se-nyesel nyeselnya bahkan gak pernah nyangka, ketika kalian baru merasakan arti sebuah bahagia tapi se...

Tak Terlintas Arti Kehilangan, Ketika Waktu Sedang Bersama Kita

06.25 Kania Anisa 0 Comments





Pernah gak sih kalian nyesel se-nyesel nyeselnya bahkan gak pernah nyangka, ketika kalian baru merasakan arti sebuah bahagia tapi sekarang kebahagiaan itu hilang tanpa direncanakan waktunya.
Ilang, lenyap, cuma bisa beranggapan "Yang Kemarin Cuma Mimpi" atau "Yang Kemarin Cuma Harapan".

Andai waktu dapat diputar, andai waktu dapat berbicara dan memberitahu kita kapan ia akan datang dan pergi. Aku tak akan melakukan kesalahan kecil yang berakibat besar, jujur saya dalam lubuk hati yang paling dalam aku belum siap untuk bertemu dengan yang namanya istilah kata "Kehilangan" 

Ketika semua orang memilih untuk jatuh cinta 
Artinya dia akan siap merasakan arti yang namanya kehilangan 
Waktu kehilangan bagiku yang lebih abadi dibanding waktu untuk memilikimu
Singat, pendek, belum berarti apa-apa tapi sudah harus merelakan 

Rangkaian kata-kata itu baru terlintas hari ini, sekarang setelah kau pergi dan setelah aku kehilangan dirimu.

Aku akan tetap bersamanya, hanya maut yang dapat memisahkan kita
Aku yakin aku sudah melakukan yang terbaik, agar semua berjalan dengan baik
Aku yakin waktu ku tidak berubah, waktu ku bersamamu tidak akan berubah 
Tawa ku lebih banyak daripada kesedihan yang kurasa 
Aku yakin..  

Jika aku bisa membenci waktu, waktu bahagialah yang aku benci dan aku maki. 
Aku tak sempat berpikir jika semua keyakinan ku hilang.
Bagaimana aku bisa hidup dan bernafas 

Ini agak sedikit melow dan lebay, kalau kalian bacanya lagi bahagia dan falling in love.
Ya, karena kalian sedang berada diwaktu bahagia, tapi semoga waktu bahagia kalian abadi tidak seperti waktuku  
Tapi coba sekali-sekali ketika bahagia, ketika semua yang kalian dapat terwujud. Kalian harus pikirkan ketika waktu kehilangan menghampiri kalian.Pergi dan lenyap begitu saja, tidak ada kesempatan satu kali lagi untuk memperbaiki.Bukan pasrah yang tidak berarah, tapi biarlah berjalan tanpa paksaan.

Jika yang diperjuangkan tetap ingin pergi, untuk apa bertahan dan berdiri sendiri. Untuk apa saya berbicara mengeluarkan jutaan alasan agar dirinya tak pergi, tapi jika aku tak diinginkan dan dia ingin pergi sendiri, Biarlah..

Bukannya yang dipaksakan akan menjadi lebih sakit dan tertekan ?

0 komentar: