*EMPTY*
Aku bisa memberikan kehangatan atas turunnya rintikan airmata pada setiap orang. Tak teruntuk pada diriku sendiri.
Masih tetap menetes perlahan
Aku kini paham jika aku menggenggam kuat, aku juga harus rela melepaskan dengan sangat.
Terimakasih telah mengartikan dan mengajariku arti kata sabar dan ikhlas. Aku tidak mendapatkan apa yang orang dapat dan aku inginkan, tapi aku mendapat sesuatu yang tidak apa mereka dapat dan tidak aku duga.
Sabar
Sabarku menghadapi sosok kerasnya sikapmu
Sabarku menunggu apa yang aku inginkan
Sabarku untuk menahan suatu amarah yang tidak seharusnya aku keluarkan
Sabarku menerima suatu keadaan yang tidak aku harap
Sabarku untuk meyakinkan tak akan ada lagi kehancuran
Sabarku untuk selalu memenuhi diatas kekuranganku
Sabarku untuk bertahan walau aku tak diinginkan
Sabarku menunggu waktu yang tepat jika ada kesempatan untuk mengulang dan menghapus semua kesalahanku
Ikhlas
Ikhlasku ketika aku mengetahui yang seharusnya tak aku ketahui
Ikhlasku menerima suatu kondisi yang tidak seharusnya aku rasakan
Ikhlasku bertahan dalam waktu yang tak diinginkan
Kini, hanya rasa percaya yang aku miliki.
Percaya oleh takdir yang suatu saat mempertemukan hati untuk saling memperbaiki atas kesalahan yang pernah terjadi.
Tidak untuk menepati sebuah janji.
Aku masih disini dengan teteskan air mata yang sesaat akan pergi.


0 komentar: